Sabtu, 21 Desember 2019

Cara Alami Membersihkan Usus Dari Zat atau Makanan Beracun

- Tidak ada komentar

Endapan kotoran di usus dapat menyebabkan banyak masalah, seperti penyakit ginjal dan hati, diabetes, sering sembelit. Selain itu juga karena gangguan metabolisme, masalah pendengaran dan penglihatan, kondisi kulit, masalah rambut dan kuku, arthritis hingga kanker. Hanya sebagian kecil dari usus besar, 40-50 cm dapat dibersihkan dengan enema dan penggunaan peralatan khusus.

Namun, masalahnya dalam membersihkan perawatan enema membutuhkan biaya yang mahal, membutuhkan waktu, dan mungkin membahayakan lapisan usus. Sementara di sisi lain, usus dapat dibersihkan dengan sempurna menggunakan bubuk biji rami selama 3 minggu, karena akan mempertahankan mikroflora usus dan menghilangkan lendir dan endapan kotoran, atau parasit.

Ini akan membantu kamu dalam membakar lemak dan menormalkan berat badan dengan cepat. Selain itu juga mengatur metabolisme lipid, kadar kolesterol, dan detoksifikasi tubuh. Berikut ini cara pembersihan usus dengan tepung atau bubuk biji rami. Inilah langkah-langkah perawatan dengan biji rami :

Minggu 1 : konsumsi 1 sendok makan tepung biji rami dan 100 ml kefir
Minggu 2 : 2 sendok makan tepung biji rami dan 100 ml kefir
Minggu 3: 3 sendok makan tepung biji rami dan 150 ml kefir

Dampingi perawatan tersebut dengan minum 2 liter air setiap hari, atau untuk hasil terbaik, konsumsi air madu. Jika kamu tidak dapat menemukan tepung, kamu bisa menggiling biji rami sendiri. Biji-biji ini mungkin menjadi tengik dalam beberapa hari, jadi siapkan setiap ingin membuat ramuannya agar selalu segar. Prosedur pembersihan usus ini harus dilakukan setahun sekali.

Kamis, 12 Desember 2019

Pengertian Purchasing, Perbedaannya dengan Procurement, dan Perkembangan e-Purchasing

- Tidak ada komentar

Dalam dunia kerja, tentu akan sering menggunakan kata purchasing. Teritama ketika bekerja di bidang industri atau perdagangan, istilah purchasing sudah sangat familiar.
Hal ini memang dikarenakan puchasing adalah bagian penting dalam suatu perusahaan. Keberadaannya menentukan keberhasilan proses produksi perusahaan.

Selain purchasing, satu hal yang tidak dapat dipisahkan adalah adanya procurement. Keduanya hampir sama, namun tentu saja berbeda. Perbedaan procurement dan purchasing adalah sebagai berikut:

Definisi Procurement dan Purchasing adalah sebagai berikut

Jika dilihat dari definisi, procurement adalah proses keseluruhan untuk pengadaan atau pembelian barang. Sementara purchasing adalah proses pembelian barang dari tahap awal pencatatan hingga tahap akhir pembayaran barang.
Proses procurement terdiri dalam 3 bagian, diantaranya purchasing, expediting, dan traffic. Purchasing adalah salah satu dari bagian procurement. Yang mana menjadi bagian pertama dalam proses procurement.
Meski termasuk dalam bagian procurement, purchasing masih memiliki tahapan dan prosedur tersendiri. Tahap pertama dari proses purchasing adalah menerima permintaan pembelian dari bagian produksi dalam perusahaan. Kemudian, tugas divisi purchasing adalah memastikan bahwa barang yang diminta benar – benar dibutuhkan oleh perusahaan atau tidak.
Proses selanjutnya yang dilakukan oleh divisi purchasing adalah mencari pemasok untuk menyediakan barang yang diinginkan. Setelah itu, barang yang diminta akan diantarkan dan tugas divisi purchasing adalah melakukan pengecekan terhadap barang. Jika sudah tepat, maka dapat dilakukan pembayaran.

Perbedaan Procurement dan Purchasing adalah

 Kegiatan procurement berhubungan dengan pengadaan barang, sementara purchasing adalah bagian dari procurement yang khusus menangani pembelian barang. Mulai dari pendataan barang hingga tahap akhir pembayaran.
Tentunya, cakupan dari procurement lebih luas daripada purchasing. Meskipun tahapan dan proses pada purchasing juga terhitung panjang.

Kendala dalam Proses Purchasing

Dalam melakukan tugasnya, purchasing harus melakukan kegiatan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Namun, masih tetap ada kendala yang harus dihadapi oleh divisi purchasing. salah satu kendala yang kerap kali dihadapi adalah pembuatan dokumen yang masih manual.
Pembuatan yang masih manual ini dapat menghambat proses pembelian. Selain itu, perkara dokumen hilang juga menjadi kendala yang sangat mengganggu. Yang mana menyebabkan terhambatnya pembuatan laporan keuangan.
Karena adanya kendala tersebut, muncul inovasi baru untuk mengatasinya. Yaitu dengan menggunakan software bisnis yang dapat membantu dalam pembuatan dokumen pembelian barang secara digital. Sehingga, kendala pembuatan dokumen dan hilangnya dokumen dapat teratasi.
 

Perkembangan e-Purchasing

Saat ini, purchasing telah berinovasi menjadi e-purchasing.e-purchasing adalah sistem pembelian secara elektronik dengan berdasarkan e-catalogue. Tujuan adanya e-purchasing supaya mempermudah penyedia barang atau jasa dalam kegiatan perusahaan.
Bahkan, pemerintah sudah mengatur tersendiri mengenai e-purchasing. namun, perbedaan e-purchasing dalam pemerintah dengan perusahaan, dimana pemerintah menerapkan aturan yang sangat ketat terhadap pembelian barang – barang. Selain itu, barang yang dibeli pun lebih kepada barang yang siap pakai, bukan barang untuk kegiatan produksi.

Kelebihan dan Kekurangan e-Purchasing

Kemunculan e-purchasing memang membawa kemudahan dan banyak kelebihan yang didapatkan. Baik dari sisi perusahaan atau konsumen maupun dari sisi pemasok. Meski begitu, bukan berarti sistem yang canggih ini tidak memiliki kekurangan.
Kelebihan dari e-purchasing diantaranya memberikan kemudahan dalam pembelian dan pengadaan barang dan jasa, lebih efisien, dan lebih transparan. Sementara kekurangannya yaitu sistem belum sempurna dan seringkali pemasok lamban dalam memberikan respon. Sehingga proses pembelian terjadi lebih lama.